Skybridge Tanah Abang Mulai Dibangun Pekan Depan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memulai pembangunan skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat. Manajer Unit Perencanaan PD Sarana Jaya, Slamet Riyanto, mengatakan pembangunan jalan layang untuk pejalan kaki dan pelapak itu akan dimulai pada Jumat pekan depan.

“Sesuai dengan paparan kami ke Pak Gubernur, tanggal 3 Agustus harus bisa terlaksana,” ujar Slamet kepada Tempo, kemarin. PD Sarana Jaya mendapat tugas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membangun skybridge Tanah Abang. Jembatan sepanjang 386,4 meter ini akan menghubungkan stasiun kereta dengan Blok F Pasar Tanah Abang.

Pembangunan skybridge merupakan solusi yang ditawarkan DKI atas desakan dari kepolisian dan kantor Ombudsman untuk membuka Jalan Jatibaru Raya. Anies menutup jalan tersebut pada Desember tahun lalu untuk tempat berjualan para pedagang kaki lima. Kala itu, Anies menyebutkan penutupan Jalan Jatibaru Raya merupakan bagian dari penataan kawasan Tanah Abang.

Namun Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menilai penutupan jalan raya melanggar aturan dan memperparah kemacetan. Sedangkan Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya menemukan praktik maladministrasi yang dilakukan DKI dalam penutupan jalan tersebut.

Sarana Jaya, menurut Slamet, sudah menentukan pemenang lelang pengerjaan proyek skybridge senilai Rp 35,1 miliar. Pemenangnya adalah PT Amarta Karya (Persero), badan usaha milik negara yang bergerak di bidang konstruksi.

Proses lelang itu dibuka awal Juli lalu dan diikuti oleh 12 peserta. Sarana Jaya juga menggelar lelang jasa pengawas konstruksi. PT Bina Karya tercatat sebagai pemegang skor tertinggi dari lima perusahaan yang mendaftar.

Adapun nilai paket lelang jasa pengawas itu adalah Rp 993 juta. Menurut Slamet, PT Amarta Karya akan mengerjakan konstruksi skybridge pada malam hingga pagi hari. Hal itu dilakukan supaya tak mengganggu pelapak yang berjualan di Jatibaru Raya.

Sejauh ini, 400-an pelapak belum bisa dipindah ke lokasi lain lantaran keterbatasan lahan di Tanah Abang. Jika pengerjaan proyek membahayakan, kata Slamet, akan dicarikan tempat untuk penampungan sementara pedagang.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Sarana Jaya akan menggelar rapat teknis dengan PT Amarta Karya.“Teknisnya dibicarakan saat kickoff meeting bersama konsultan kontraktor dan instansi terkait di lapangan,” kata dia. “Agar pekerjaan aman dan tidak membahayakan.”

Gubernur Anies menyatakan optimistis pembangunan skybridge bakal selesai dalam waktu tiga bulan. “Jadi, awal Oktober, insya Allah sudah bisa digunakan,” ujar Anies. Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh Nugroho, mengatakan telah mengetahui rencana detail pembangunan skybridge.

Rencana itu, menurut dia, telah disampaikan oleh pemerintah DKI pada Jumat pekan lalu di kantor Ombudsman. Teguh pun mengapresiasi langkah DKI yang melaporkan rencana penataan tersebut. Dia menilai ada niat baik dari DKI untuk segera membuka Jalan Jatibaru Raya dan berkoordinasi dengan kepolisian. “Kami hargai iktikad baik DKI,” ujar Teguh.