Penjualan Otomotif Astra Turun 10 Persen

Penjualan kendaraan roda empat PT Astra International Tbk sepanjang semester I 2018 menurun dibanding pada periode pertama tahun lalu. Penurunan paling tajam terjadi pada segmen mobil ramah lingkungan (low cost green car). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan kendaraan Astra pada semester I 2018 sebanyak 268.483 unit.
Sedangkan pada semester I 2017 jumlah kendaraan yang terjual mencapai 298.488 unit. Juru bicara Astra International, Tira Ardianti, mengatakan penurunan penjualan terjadi karena libur Lebaran yang cukup panjang. “Hari kerja juga lebih pendek dibanding bulan normal,” kata Tira kepada Tempo, kemarin. Menurut dia, hal itu relatif lumrah karena musiman (seasonal).
Tercatat penjualan kendaraan Astra non-LCGC pada Juni 2018 mencapai 26.855 unit, turun dari periode yang sama pada tahun lalu dengan penjualan 36.745 unit. Sedangkan penjualan segmen LCGC Astra pada bulan lalu naik 8.576 unit dibanding pada Juni 2017 yang tercatat 12.635 unit.
Baca juga : http://guipry.com/mesin-genset-dengan-energi-aki/
Tira menambahkan, faktor yang mempengaruhi turunnya penjualan pada semester I 2018 adalah karena kompetisi yang ketat. Beberapa model baru dari pesaing mulai mengirim produknya ke konsumen. Meski demikian, menurut dia, dari sisi pasar komersial mengalami pertumbuhan akibat membaiknya harga batu bara. “Penjualan mobil Astra pada semester pertama turun 10 persen menjadi sekitar 268 ribu unit.” Analis dari Narada Asset Management, Kiswoyo Adi Joe, menilai tertekannya penjualan Astra tidak terlepas dari semakin ketatnya persaingan di segmen kendaraan penumpang.
Kehadiran model baru dari pesaing, salah satunya Mitsubishi dengan merek Expander, cukup memukul penjualan emiten berkode saham ASII itu. Ke depan, Kiswoyo menga takan Astra perlu mening- Semua Lini Bisnis Lesu katkan inovasi dengan menghadirkan model baru bagi konsumen. Ia memprediksi Astra tidak akan tinggal diam dan bakal mengeluarkan model baru untuk menyaingi perusahaan lain. “Saya kira Astra akan menghadirkan model kendaraan baru tahun depan,” kata dia. Menurut Kiswoyo, sektor otomotif masih akan tumbuh.
Ia menilai saat ini kebutuhan masyarakat akan kendaraan masih tinggi. Di sisi lain, pertumbuhan otomotif ke depan akan ditopang semakin bertambahnya infrastruktur jalan, khususnya ruas jalan tol. “Tahun depan ruas jalan tol di Pulau Jawa kan sudah terhubung. Ini yang akan mendorong penjualan,” ucapnya.
Selain itu, tutur dia, kenaikan harga batu bara akan membantu kinerja Astra dari sisi anak usahanya, yaitu PT United Tractors Tbk. Kendati kontribusinya dinilai tidak besar, Kiswoyo menyatakan penjualan alat berat akan membantu kinerja perseroan pada tahun ini. Tercatat hingga Mei 2018 penjualan United Tractors mencapai 2.907 unit.
Jumlah itu naik ketimbang pada periode yang sama sebelumnya, yakni sebesar 1.488 unit. Emiten otomotif lainnya, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, berencana melakukan ekspansi kinerja. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama Indomobil, Jusak Kertowidjoyo, menuturkan belanja modal sebesar Rp 2 triliun pada 2018 sebagian besar digunakan untuk pembelian truk usaha atau logistik. “Ini ada hubungannya dengan infrastruktur dan harga komoditas yang membaik,” ucapnya.
Ihwal mengeluarkan model baru bagi segmen kendaraan penumpang, Jusak enggan menyebutkan. Menurut dia, tahun ini perusahaan ingin berfokus mendorong penjualan kendaraan komersial atau truk usaha.